STAHN Mpu Kuturan Singaraja

ORANG ASING MELAMAR STAHN MPU KUTURAN

 

DOKTOR FILSAFAT LULUSAN ALATAI STATE UNIVERSTY RUSIA MELAMAR MENJADI MENJADI DOSEN TIDAK TETAP DI STAHN MPU KUTURAN SINGARAJA.

13263770_620439308110348_5900663031738138380_n

Dr. Igor Popov, LLM. Ph.d

Singaraja (Antara Bali) – Akademisi Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Bali, Prof Dr Drs I Made Suweta MSi terpilih sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng.

“Pelantikan sebagai ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja berlangsung hari ini (4/5) di Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta,” kata Made Suweta dikonfirmasi dari Kota Singaraja, Bali, Rabu.

Ia menjelaskan, informa13267920_620439314777014_4333555256916200291_nsi pengangkatan dirinya sebagai Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang merupakan STAHN pertama di Bali bagian utara tersebut cukup mendadak, terlebih sebelumnya ada calon lain yang disebut-sebut akan menduduki jabatan tersebut (Ketua STAHN).

Namun demikian, kata dia, dirinya siap sepenuh hati jika memang KEMENAG memberikan tugas “menahkodai” STAHN yang baru berdiri pada awal 2016 tersebut.

“Tugas saya kedepan bagaimana membawa STAHN menjadi perguruan tinggi yang kompetitif dan berdaya saing. Tentu dengan landasan seni, budaya dan agama,” imbuhnya.

Suweta yang sehari-hari mengajar di Pascasarjana IHDN Denpasar ini menambahkan, visinya kedepan adalah membawa STAHN Mpu Kuturan Singaraja menjadi perguruan tinggi yang dapat “mencetak” sumber daya manusia (SDM) unggul serta dapat melahirkan akademisi dan ilmuwan yang agamawan, cerdas dan terampil.

“Bukan hanya itu saja, yang terpenting adalah menjadikan insan-insan STAHN yang berkarakter `Tri Kaya Parisudha`, falsafah agama Hindu yang adiluhung dan universal. Berfikir yang baik, berkata yang baik dan berbuat yang baik,” paparnya.

Selain itu, programnya kedepan adalah menjadikan STAHN sebagai perguruan tinggi yang menjunjung tertib pelaksanaan Tri Dharma Perguruang Tinggi, dengan tetap mendisiplinkan civitas akademika serta tertib administrasi. “Itu yang penting menuju kampus Hindu yang berdaya saing,” demikian Suweta. (WDY)

Doktor Filsafat Lulusan Alatai State Universty Rusia melamar menjadi menjadi Dosen Tidak Tetap di STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Semenjak diresmikan dan dilantiknya Ketua STAH N Mpu Kuturan Singaraja oleh menteri Agama RI, berbagai kegiatan persiapan untuk menyongsong aktifitas akademik kampus sudah dimulai. Salah satunya adalah banyaknya minat masyarakat yang ingin menjadi bagian dari keluarga STAH N Mpu Kuturan Singaraja baik yang ingin menjadi staf pengajar ataupun staf pegawai lainnya.

Yang menarik bukan saja orang lokal Bali yang datang melamar bahkan seorang warga negara asing datang ke kampus untuk melamar menjadi tenaga pengajar. Dia adalah Dr. Igor Popov, LLM. Ph.d yang merupakan warga negara Rusia yang sudah tinggal di Bali. Beliau dikenal menekuni Yoga, bahkan ketertarikannya datang kekampus ini adalah karena kecintaannya terhadap Yoga dan Filsafat.

Dalam berbagai kegiatan akademik Dr. Igor banyak menulis seperti Author of religious-philosophical book “Metaphysics of Absolute Dualism: an oratorio of the overcoming” (2010) as well as books on the law: “Legal Emotionality. Introduction to Jurisprudence” (2004), “Legal regulation of marketing activities” (2005) and “Legal basis of the Russian State. Constitutional and Administrative Law ” (2010). Have the 3rd kyu to Tanto-Jutsu and 7th kyu Jiu-Jitsu. Not a day without Yoga. “Dia mengatakan bahwa maksud kedatangannya ke kampus, berharap agar diterima menjadi dosen pengajar di STAH N Mpu Kuturan Singaraja dengan basic keilmuan yang dimilikinya sehingga bisa berkontribusi untuk umat Hindu yang ada di Bali.

Di sela sela menerima Dr. Igor Popov, LLM. Ph.d, Ketua STAH N Mpu Kuturan Prof. Dr. I Made Suweta,. M.Si Optimis bahwa kampus yang yang dipimpinnya akan siap bersaing dengan kampus kampus lainnya, hal ini cukup beralasan sebab kampus yang dipimpinnya terbuka untuk siapa saja datang untuk membesarkan Hindu melalui pendidikan, sehingga tidak menutup kemungkinan orang orang yang profesional dan kompeten dibidangnya siap diajak untuk bergabung bersama sama untuk membangun Hindu melalui STAH N Mpu Kuturan Singaraja yang dipimpinnya.

 

Iklan

Pengumuman Pendaftaran Baru

spanduk stah a4

Pengumuman

 

PENGUMUMAN

STAH NEGERI MPU KUTURAN SINGARAJA

 WARGA BULELENG DAN DAERAH SEKITARNYA INGIN KULIAH DI

PERGURUAN TINGGI AGAMA HINDU NEGERI?

SEKARANG TIDAK PERLU KE DENPASAR, KARENA DI SINGARAJA SUDAH DIRESMIKAN

 SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU NEGERI (STAHN) MPU KUTURAN

 

 DENGAN KETUA

PROF. DR. DRS. I MADE SUWETA, M, Si.

 

STAH NEGERI MPU KUTURAN SINGARAJA

MEMILIKI 4 JURUSAN :

1. JURUSAN DHARMA ACARYA DENGAN  PRODI:
a. Pendidikan Agama Hindu (S1)
b. Pendidikan Bahasa Bali (S1)
c. PGSD (S1)
d. PGPAUD (S1)
2. JURUSAN DHARMA DUTA DENGAN PRODI:  
a. Penyuluhan Agama Hindu (S1)
b. Ilmu Komunikasi (S1)
c. Pemandu Wisata Budaya Bali (S1)
3. JURUSAN BHARMA WIDYA DENGAN PRODI:  
a. Fisafat Hindu (S1)
b. Teologi Hindu (S1)
c. Manggala Upacara (D2)
4. JURUSAN DARMA SASTRA DENGAN PRODI:  
Hukum Hindu (S1)

 

STAH NEGERI MPU KUTURAN SINGARAJA

MENYEDIAKAN BERBAGAI BEASISWA:

  1.   BEASISWA BIDIK MISI
  2.   BEASISWA DIPA
  3.   BEASISWA PPA
  4.   BEASISWA BBM

 

 

PENDAFTARAN DIMULAI TANGGAL 5 MEI 2016 SAMPAI DENGAN 30 JUNI 2016

UNTUK ANGKATAN PERTAMA TIDAK DI PUNGUT  BIAYA PENDAFTARAN

UNTUK LEBIH JELAS DATANG LANGSUNG KE KAMPUS STAH NEGERI MPU KUTURAN SINGARAJA

DI JALAN KRESNA, GANG III NOMOR 2B SINGARAJA ATAU TLP SAJA KE 0362-21289, ATAU SMS SAJA KE HP: 081 338 454 79 DAN 085 737 892 249

 ATAU

                      Hubungi : Bapak I Gede Garbha Putra, S. Pd, M. Pd  (081 338 123 451)

Professor Suweta “Nahkodai” STAHN Mpu Kuturan Buleleng

MPU KUTURAN LOGO

Prof. Dr. Drs. I Made Suweta, MSi (kiri)

Singaraja (Antara Bali) – Akademisi Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Bali, Prof Dr Drs I Made Suweta MSi terpilih sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng.

“Pelantikan sebagai ketua STAHN Mpu Kuturan berlangsung hari ini (4/5) di Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta,” kata Made Suweta dikonfirmasi dari Kota Singaraja, Bali, Rabu.

Ia menjelaskan, informasi pengangkatan dirinya sebagai Ketua STAHN Mpu Kuturan yang merupakan STAHN pertama di Bali bagian utara tersebut cukup mendadak, terlebih sebelumnya ada calon lain yang disebut-sebut akan menduduki jabatan tersebut (Ketua STAHN).

Namun demikian, kata dia, dirinya siap sepenuh hati jika memang Kemenag memberikan tugas “menahkodai” STAHN yang baru berdiri pada awal 2016 tersebut.

“Tugas saya kedepan bagaimana membawa STAHN menjadi perguruan tinggi yang kompetitif dan berdaya saing. Tentu dengan landasan seni, budaya dan agama,” imbuhnya.

Suweta yang sehari-hari mengajar di Pascasarjana IHDN Denpasar ini menambahkan, visinya kedepan adalah membawa STAHN menjadi perguruan tinggi yang dapat “mencetak” sumber daya manusia (SDM) unggul serta dapat melahirkan akademisi dan ilmuwan yang agamawan, cerdas dan terampil.

“Bukan hanya itu saja, yang terpenting adalah menjadikan insan-insan STAHN yang berkarakter `Tri Kaya Parisudha`, falsafah agama Hindu yang adiluhung dan universal. Berfikir yang baik, berkata yang baik dan berbuat yang baik,” paparnya.

Selain itu, programnya kedepan adalah menjadikan STAHN sebagai perguruan tinggi yang menjunjung tertib pelaksanaan Tri Dharma Perguruang Tinggi, dengan tetap mendisiplinkan civitas akademika serta tertib administrasi. “Itu yang penting menuju kampus Hindu yang berdaya saing,” demikian Suweta. (WDY)

Editor by         :           I Gusti Bagus Widyantara

Uploader by    :           I Gede Garbha Putra, S.Pd, M.Pd

 

 

Menag Resmikan Perguruan Tinggi Hindu Keempat di Indonesia, STAHN Mpu Kuturan

menag2

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat meresmikan STAHN Mpu Kuturan di Singaraja.

Singaraja | Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin meresmikan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan di Singaraja, Selasa (22/3). Peresmian STAHN Mpu Kuturan ini adalah perguruan tinggi Agama Hindu negeri yang keempat di Indonesia. Lukman mengaku kehadirannya bukan hanya sekedar untuk menandatangani prasasti namun juga memberi apresiasi dan penghargaan yang tinggi untuk perguruan tinggi ini.

“Syukur – syukur saya bisa memberi motivasi kepada seluruh para penggiat pendidikan dilingkungan Agama Hindu. Perguruan tinggi negeri ini diharapkan bisa menjadi institusi yang berperan mencerdaskan anak-anak bangsa , disamping sebagai institusi yang mampu mengembangkan studi keagaaman,” ujar Lukman saat memberi sambutan.

Lukman menyambut baik peresmian STAHN Mpu Kuturan. Kelangsungan sekolah ini menjadi tanggungjawab bersama, antar umat hindu serta Pemerintah. Itu diingatkan Menteri Agama karena eksistensi perguruan tinggi agama dewasa ini dihadapkan pada kompetisi yang semakin ketat.

Regulasi didunia pendidikan semakin cepat berubah sebelum pihak pelaku pendidikan sanggup mengikutintya. Begitu juga tuntutan jaman makin besar, permintaan pasar makin tinggi. Hal hal itu memaksa penggiat pendidikan bekerja dengan penuh kreatifitas dan inovasi.

STAHN MPU Kuturan memiliki peluang besar mengambil hikmah menjadi perguruan tinggi yang disegani. Satu hal yang terpenting, STAHN Mpu Kuturan harus mampu memancarkan energi positif kepada setiap insan yang diberi amanat dan tanggung jawab untuk mengelola dan tentu kepada seluruh yang terlibat didalamnya.

Maka dalam kaitan itu, STAH Mpu Kuturan diminta membuat cetak biru sehingga sekolah ini dapat menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas. “Termasuk yang paling penting pemenuhan saran dan prasana, sdm pendidik serta tata kelola dan manajemen yang mumpuni,” kata Lukman.

Ujung dari seluruh roadmap itu, kata Menag terbangunnya masyarakat kampus yang terbiasa hidup dengan kehidupan akademik, memiliki tanggung jawab keagaaman dan sosial kemasyarakatan.

STAHN Mpu Kuturan harus harus mampu menjadi bagian integral dari grand desain pendidikan hindu dan bermitra dengan semua pihak untuk visi pendidikan yang lebih besar.

Proses peresmian STAHN Mpu Kuturan ini tidak memerlukan waktu yang lama. Pasalnya, pengembangan IHDN Kampus Singaraja menjadi STAH Negeri itu dimulai sejak Januari 2015 lalu. Kemudian kampus mendapat izin operasional dari Menteri Agama pada Maret 2016 ini.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mendorong agar STAHN Mpu Kuturan bisa naik status menjadi institut dannantinya kedepan meningkat lagimenjadi universitas.

“Peningkatan status itu bisa memberikan manfaat lebih besar, tidak hanya bagi Bali, tapi bagi Indonesia. Kalau agama dipelajari dengan baik, diamalkan sesuai ilmu, manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh yang menimba ilmu saja, tapi masyarakat luas,” Jelasnya.

Sementara itu, Rektor IHDN Denpasar, Nengah Dwija menjelaskan, usulan rencana IHDN Singaraja berubah menjadi STAHN Mpu Kuturan Singaraja, telah melalui tahapan proses di Kementrian Agama RI sejak tahun 2015 lalu. Dengan adanya lampu hijau yang diberikan, sehingga peresmian STAH N Mpu Kuturan bisa dilaksanakan.

Dalam acara peresmian Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja yang berlangsung di Gedung Wanita Laksmigraha itu juga dihadiri dua senator DPD dari Bali masing masing Gede Pasek Suardika dan Arya Wedakarna, serta Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Toleransi Sesuatu Keniscayaan

Disela-sela persemian STAHN Mpu Kuturan Menteri Agama Lukman Saifuddin sempat memaparkan terkait kehidupan tolransi beragam di Indonesia. Menurutnya, Kalau ingin melihat secara makro, kontek Indonesia secara keseluruhan yang sangat besar dengan jumlah penduduk sebanyak 250 juta dan bentangan geograpis sangat luas. Maka sepatutnya semua pihak bersyukur bahwa kerukunan antar umat beragama masih bisa dirasakan sampai saat ini.

“Jika ada satu atau dua daerah yang muncul konflik, tentu ini menjadi perhatian penuh oleh pemerintah dan kita semua. Terkait toleransi kita tetap jaga, yang penting jati diri Indonesia yang majemuk, yang beragam tetap harus menjadi kesadaran setiap warga bangsa,” tegas Lukman yang juga politisi PPP.

Mantan wakil ketua MPR RI ini meminta perbedaan harus dilihat dari sisi positif karena toleransi adalah sesuatu yang niscaya, sesuatu yang mutlak. Toleransi pada hakekatnya memiliki kemampuan menghormati dan menghargai perbedaan pihak lain, bukan menuntut untuk dihargai dan dihormati oleh yang berbeda.

“Seringkali kita bicara toleransi tapi sering menuntut untuk dihargai dan dihormti oleh yang berbeda. Saya ingin merubah cara pandang kita bahwa toleransi yang hakiki itu adalah kesedian kita pro aktif untuk menghargai dan menghormati yang berbeda dengan kita,” tegasnya.